BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
3Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Dalam satu dekade terakhir, penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa Indonesia meningkat pesat seiring semakin terjangkaunya telepon pintar dan paket data.
Kondisi ini membawa dua sisi. 1Di satu sisi, media sosial memudahkan pelajar untuk mengakses informasi dan berdiskusi dengan teman sekelas tanpa terbatas ruang dan waktu. Di sisi lain, penggunaan yang berlebihan dapat menyita waktu belajar dan menurunkan konsentrasi. Peneliti mengamati bahwa banyak mahasiswa membuka aplikasi media sosial bahkan ketika sedang mengikuti perkuliahan.
“”“Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada diri peserta didik untuk mengadakan perubahan tingkah laku” (Uno, 2016). Dalam konteks perguruan tinggi, motivasi tersebut tercermin dari kehadiran, keaktifan bertanya, dan ketepatan waktu mengumpulkan tugas. 2Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan motivasi belajar siswa.
Meskipun demikian, sebagian besar penelitian terdahulu dilakukan pada siswa sekolah menengah, sehingga hasilnya belum tentu berlaku bagi mahasiswa. 4Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Penelitian ini mencoba mengisi celah tersebut dengan mengambil sampel mahasiswa dari tiga fakultas di Universitas Contoh.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana tingkat penggunaan media sosial pada mahasiswa; (2) bagaimana tingkat minat belajar mahasiswa; dan (3) 1apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap minat belajar mahasiswa Universitas Contoh.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial dan minat belajar mahasiswa, serta menguji apakah lama penggunaan media sosial setiap hari berpengaruh terhadap minat belajar. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi program studi dalam menyusun panduan penggunaan gawai yang sehat selama perkuliahan, tanpa menghilangkan manfaat media sosial sebagai sarana berbagi informasi akademik.
Selain itu, penelitian ini ingin melihat apakah terdapat perbedaan pola penggunaan antara mahasiswa tingkat awal dan tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir umumnya lebih banyak memakai media sosial untuk mencari referensi dan berdiskusi tentang tugas akhir, sedangkan mahasiswa tingkat awal lebih banyak memakainya untuk hiburan dan membangun pertemanan baru di lingkungan kampus.
1.4 Manfaat Penelitian
Secara teoretis, penelitian ini menambah kajian tentang perilaku digital mahasiswa di Indonesia. Secara praktis, hasilnya dapat dipakai dosen pembimbing akademik untuk memberi arahan yang lebih tepat, dan dapat dipakai mahasiswa sendiri untuk mengatur waktu antara kegiatan belajar dan penggunaan media sosial sehari-hari.